Showing posts with label cerita serius. Show all posts
Showing posts with label cerita serius. Show all posts

Tuesday, January 19, 2010

lebih hebat dari mimpi basah.

beberapa bulan yg lalu, gw masih ga abis pikir kenapa aditya memilih perhotelan sebagai jurusan kuliahnya baru2 ini. sebagai pacar, gw hanya bisa mendukung. tapi sebagai pacar, gw sih lebih seneng kalo dia berada dalam lini yg sama dengan gw, pembicaraan kita tentang design dan periklanan nyambung banget.
dia bilang, ini mimpi,kan km yg blg, kita harus membuat kesempatan sendiri..
dan akhir bulan nanti, dia resmi untuk berangkat dengan kapal pesiar keliling seluruh asia, dan dunia nantinya. gw sangat bangga, ditengah kenyataan yg hampir tidak mungkin, dia tiba2 mencuat bisa meraih impiannya.

lalu kemaren gw baca-baca koran yg aditya beli. tumben bgt, deh. mana minta ganti lagi LOL. ga sengaja, gw baca dipojok bawah kecil banget, tentang rencana pendakian wanadri di 7 gunung tertinggi, dan sahabat gw, termasuk didalamnya.

gw langsung terdiam.
jelas banget terngiang di kuping gw cerita aditya dulu. dari jaman smanya, aditya dan sahabat gw, yg jauh lebih lama bersahabat sebelum gw kenal mereka, berbicara, bahwa keliling dunia adalah mimpi mereka. mimpi yg psti mereka raih entah itu kapan. mimpi yg ketika gw mendengarnya,hanya bs mengamini tanpa terlalu yakin kapan akan kejadian. cant believe itu kejadian sekarang! Dengan passion yg berbeda, mereka bs ngeraih itu masing-masing!
sama sekali gada hubungannya sama gw, tapi this is a lucky (ketika ada kesempatan, kita siap meraihnya) story. cerita ini membuat gw merasa sama hebatnya dgn cerita di novel/film Sang Pemimpi.

gw bukan pemimpi. gw selalu mengukur realitas dan apa yg akan gw raih, dalam ukuran pendek. hasilnya, gw selalu meraih apa yg gw inginkan dengan takaran pas dan tanpa resiko. gw meminggirkan hal2 yg penuh intrik dan melepaskannya, meski kadang itu mimpi gw.
itulah, bedanya. gw adalah peraih keinginan, bukan mimpi. baru gw sadari,kalo gw penakut akan mimpi.
dan cerita tadi, benar2 bikin gw resah. gw bahkan lupa mimpi gw. mempunyai agency-menulis buku-kembali ke kampus dan seminar disana-etc etc-hanya gw pikirkan sebagai sesuatu yg nanti akan datang dgn sendirinya. its awful.

kalo mereka bisa, udah pasti gw bisa.

ohya, gw baca sesuatu yg indah dari mas arif budiman, Tak semua yg qta impikan bkl jadi kenyataan, seringkali jauh melebihi dari impian qta yg terliar.

so,what again? bermimpi dan biarkan malaikat mengamini.

Sunday, November 01, 2009

sigh.

entah kenapa, gw ketakutan menghitung waktu. rasanya banyak banget waktu yang terbuang percuma beberapa bulan terakhir dan gw masih berjalan di titik ternyaman yang gw rasain.
gw menjadi freelancer seperti apa yang gw inginkan. ga usah ke kantor tapi ada uang gaji dan fee berbagai proyek. tapi gw agak lupa dengan rasa cape yang memuncak, nikmatnya tidur setelah lelah deadline, rela makan apa aja karena terlalu banyak bekerja. sekarang, gw terlalu sering memikirkan senang-senang. setelah deadline beres tidak bisa kalo tidak senang-senang. selalu deadline karena di deadline-kan,dll. gw sebenarnya frustasi.

dan gw gelisah. ternyata mendapatkan impian tidak menjadi kita bisa tersenyum senang terus menerus. entah terlalu cepat atau terlalu lama dgn rasa nyaman gw, tapi membuat gw kehilangan mimpi selanjutnya.

gw takut dengan tanggal ulang tahun gw yang akan datang. angka 24 dengan porto hidup buat dunia dan akhirat gw yang kurang memadai. gw merasa, sekali lagi, frustasi. hidup gw terasa pendek.

katakan ini hanya fase gejolak muda yang hilang arah.

Friday, May 01, 2009

terpampang di jidat : pakailah saya untuk anda!

Dela de mardeen, saya perkenalkan nama asli saya dengan senyum manis. Bukan nama sejenis Mulan Jameela (padahal aslinya wulansari) . Aslinya nama saya nyaris tanpa arti, bukan bahasa belanda atau nama turunan. de mardeen itu hanyalah singkatan kelahiran saya yang artinya dua enam maret delapan enam. mungkin sejenis Ian Kasela yang artinya ian dari kalimantan selatan, hahaha…
tapi apapun itu, orangtua saya mengharapkan hal yang tidak biasa dari saya. saya anak yang luar biasa. gitu mungkin maksudnya.
tapi saya bukan anak ajaib, atau anak anak yang sekolah di sekolah luar biasa. saya anak normal yang berusaha untuk luar biasa dibidang yang saya inginkan : art directing.

Saya cukup mengetahui proses art directing, tapi rasanya ko ga cukup. setiap ada proses, selalu ada pembelajaran baru. suatu hari saya pernah mendapat mandat membuat logo sebuah produk makanan. seperti biasa saya googling dan mencari logo-logo lain untuk referensi, tapi karena mentok dan diburu deadline, dengan licik saya memutuskan untuk menjiplak logo makanan luar yang feelnya sama dengan produk klein saya ini, cuman ganti warna aja. hehehe. namun, ketika proses tracing (mengubah objek bitmap menjadi vector) saya malah membuat logo yang sama sekali berbeda dengan feel yang saya inginkan! dari situ saya belajar bahwa, ide tidak ada yang original. proseslah yang akan membuatnya berbeda dan punya karakter sendiri.

Sebagai (calon) art director, saya lebih suka membaca dan menulis dibanding creating artwork. Karena saya melahirkan ide lebih banyak dari menulis dibanding menggambar, itulah sebabnya saya menamai karya saya dengan artwrote, karya seni visual yang terlahir dari tulisan.

di saat kuliah di iklan unpad, Saya (dan sekelompok teman-teman) sudah sadar diri dengan kurikulum kampus yang kurang praktikal. lalu kami mulai berinisiatif membuat TVC, rajin memasukkan entry untuk aktualisasi diri, mencari klien kecil untuk dijadikan ajang mengasah IMC, dll. hasilnya gold layang kancana dan finalis pinastika berhasil kami raih. sayangnya karena kesibukan masing-masing agency kecil dan cupu kami harus bubar jalan.

Tapi tenang, mereka mengolah mindset saya yang simple dan memandang permasalahan dengan point yang ringan menjadikan pola berpikir yang discloser. Suka ga suka, bilang saja.

Saya memang masih setipis kulit ari salak di dunia periklanan yang ganas ini, tapi saya selalu meluangkan botol diotak saya menjadi kosong sama sekali untuk menyerap sepenuhnya system paling basi sekalipun di agency anda, tapi saya akan isi penuh-penuh ketika skill saya saatnya diperlukan. Karena saya akan menjadi sejarah di dunia ini, kelak belasan tahun kedepan. Beware!

Public Relation for Anita Kastubi

Thursday, November 13, 2008

'si Pembuat Pengaruh Paling Besar'

Apip Iping April

Ketika tema ‘seseorang yang paling berpengaruh dan membuat hidup saya seperti sekarang’ nama dialah yang paling pertama terlintas. Sosok yang ga akan ada habisnya kalo diceritain. Tema tentang dia selalu paling seru dan penting. Saya melihat sosoknya adalah sebagai seorang pria berusia 46 tahun yang makin menipis rambutnya tapi selalu positif menyikapi sesuatu.

 

Dia sering bikin lomba joget di rumah

Dia tergila gila sama Cut Keke (kebayang dong pas di infotaiment Cut Keke cerai dia yang paling girang. Dih aneh banget!)

Dia pernah nyuruh anak gadisnya ini manggil dia “OM” di depan suster cantik saat dia dirawat dirumah sakit.

Dia otoriter. Keputusannya mutlak. Contoh keotoriterannya adalah dalam menamai anak ( pernah nyaris menamai calon anak yang dikira cowo dengan nama : Hanifawwa maa ana minal musyrikin –doa pembuka solat.atau aydith yang mana orang gampangnya : aidit. Sukseslah dia disangka pro PKI. Si aidit ini bayi perempuan murni pula)

Dia pernah bilang kalo saya anaknya yang paling nurut. (akhirnya lupa juga kejadian smp nyaris dikeluarin dulu,hihi)

 

 

Oke.

Saya bukannya mau cerita banyak tentang keanehan ayah saya. Tapi saya harusnya bercerita bahwa, kehidupan keras yang pernah ayah saya alami bahkan mungkin sampai sekarang, selalu menginspirasi saya. Cara pandangnya terhadap hidup, cara dia mendidik anak-anaknya dan cara dia menanamkan apa yang dinamakan ‘iman’ yang paling mendasar, cara menyayangi keluarga, membuat saya merasa tidak pernah menyesal dan selalu bangga mempunyai ayah seperti dia.

 

Dari saya dan adik saya masih kecil (sekarang juga masih banyak yang kecilnya sih) dia selalu menanamkan impian impian yang menarik.

“papah pengen nanti neng punya kebun buah 50 hektar…kalo si dede bikin rumah sakit biar papah ga usah bayar dokternya,” (with sundanese tentunya)

atau

“ kamu jadi penulis aja, neng. Nanti papah cariin calon suami bos penerbit,”

(aaaah ko lama-lama bapakku nampak freak ya?)

that’s why dalam list cita cita masa kecil saya tidak pernah ada kata polwan, guru atau dokter. Apalagi PNS. :D

 

Ketika bu anita bilang bahwa orang tua tidak pernah menyuruh anaknya menjadi apa yang mereka inginkan, tetapi dia mendukung bakat anaknya, saya sadar akan suatu hal. Sampai SMA, Ayah saya mengarahkan saya untuk selalu menulis apa aja. Dari situ saya baru ngeh, bahwa hari-hari masa kecil saya dipenuhi dengan menulis. Bahkan sampai sekarang. Dari mulai berbentuk diari hingga harian digital.

 

Satu-satunya hal yang paling bertentangan adalah ketika dia menyuruh saya masuk jurusan farmasi karena dia pengen anaknya punya apotek sendiri. Tapi saya coba nurut..dan akhirnyaa…GOOOAGAAL! Ituah kegagalan yang paling patut dirayakan. Gantinya, saya masuk Periklanan! And here is I almost find my next goals…

I don’t know.

 

Tapi yang paling jelas, saya berdiri sebagai perempuan disini adalah hasil dari apa yang telah ayah saya tanamkan selama 22 tahun yang lalu.

(Dengan improvisasi lingkungan tentunyaaa)

Thursday, September 18, 2008

What purpose in my life?

Hidup bahagia.
Klise? Bisa jadi..tapi buat apa lagi sih hidup kalo kita tidak bahagia? One important thing that I can feel so happy, adalah membuat ayah dan ibu saya bahagia.

Saya bahkan tidak tahu, tujuan hidup saya bahagia atau membuat orangtua bahagia. Keduanya selalu mempunyai relevansi yang sama bagi saya.

Cara mereka mendidik dan membesarkan saya, membuat saya selalu merasa bahwa saya tidak pernah patut untuk sekalipun mengecewakan mereka…dulu sering. Disuruh jangan pacaran, malah sembunyi-sembunyi. Disuruh sekolah yang bener malah bolos mulu, dikasih uang buat beli buku pelajaran malah dipake jajan. Mengecewakan mereka, adalah hal yang berulang dilakukan. Tapi sekarang, setelah semua keputusan hidup saya yang pegang, tidak ada lagi keinginan untuk itu. Yang penting mereka bahagia, apapun caranya.


Dari situ, saya berusaha berdiri untuk tidak menjadi manusia apatis. Manusia yang dapat memanusiakan manusia. Saya ingin bahagia dengan orang-orang yang bahagia disekitar saya. saya ingin menjadi orang disekitar saya bangga dan nyaman dengan keberadaan saya. saya ingin menjadi seseorang yang dipercaya untuk dimintai bantuan. Saya ingin hidup bahagia dengan pekerjaan saya suatu saat nanti. berkeluarga dan mempunyai anak yang akan dididik yang paling tidak berguna untuk dirinya sendiri.

saya ingin berjalan apa adanya tanpa ada seseorang yang secara sengaja atau tidak, menabrakkan dirinya ke langkah saya.


Pada akhirnya, hidup hanya tidak ingin hanya sekedar berakhir bahagia. Tapi lebih kepada : Hidup Bermanfaat.

Hingga sekarang, saya masih berusaha untuk mencari jalan itu. Jalan dimana saya bisa memberikan manfaat yang saya punya. Manfaat untuk diri saya sendiri dan orang lain. Hingga tujuan utama untuk hidup bahagia akan tercapai dengan sendirinya.


Kerahkan otak, otot, kemampuan dan doa.


“manusia yang baik adalah manusia yang dapat memberikan manfaatnya kepada orang lain,”



dan kalian, what your purpose in your life?


(this feature dedicated for Ms. Ankas and for all of buddys who is wondering with it in their life =))


Monday, January 07, 2008

tentang seorang ayah

I have a great father dan inget dia gue selalu pengen nangis.
Pas jaman SD, Gue pernah dimarahin gara-gara gue nyemprotin bubuk semprong ke adek gue. Gue pernah di sabet gara-gara ketauan ga sekolah madrasah dan malah gelantungan di pohon mangga. Gue juga pernah di kurung di gudang gara-gara nilai matematika gue 4 dan ketauan berusaha memanipulasinya. Tapi dia cuman tersenyum maklum pas gue ngabisin pulsa telepon rumah 5 kali lipat dari biasanya, gara-gara buat nelpon2 ga penting anak abg gitu,saat saat gue smp. Dia juga cuman ngelus kepala gue pas dipanggil ke sekolahan gara-gara gue nyaris dikeluarin gara-gara suka kabur.

Kata mamah, dia paling sayang sama gue dibandingin adek2 gue. Cuman sama gue dia pernah bela-belain nyari kerupuk malem-malem buta, gara-gara gue ngamuk meraung raung. Tiap malem dia selalu tidurin gue pake lagu lagu ebiet G Ade atau..rhoma irama. Sampe sekarang, papah selalu jadi sahabat terbaik buat gue. Dia selalu terlihat bangga, apapun yang gue lakuin. Bahkan, dia sibuk nyari pacar buat gue, oh well. Calon suami. Gue sangat sadar, sejak gue kelas 3 SMA, gue ga pernah lagi dimarahin. Ga pernah sama sekali. Dan sejak saat itu, gue sadar kalo gue ga akan pernah ga nurut sama dia. Gue bahkan rela jadi Polwan kalo dia mau.Dia selalu tampil menjadi orang yang membanggakan buat gue. Dia adalah bukan ayah yang kebanyakan.
Karena dia gue cukup punya tekad.