gw mendengar seseorang menceritakan temannya dan ga bisa buat ga gw tulisin disini.
ceritanya, katakanlah temannya teman gw itu bernama Bugil. dia seorang laki-laki ganteng bertipe cenderung homo (preposisi ini sumpah, ga ada sangkut pautnya sama sekali dengan kesinambungan cerita dibawah) jahilnya ga ketulungan. puncaknya, saat jam istirahat kantor, Bugil mengajak rekan kantornya untuk solat dhuhur berjamaah.
bugil : "bos, solat bareng yuk?"
rekan : "yakin lo?"
bugil : "yakinlah. lu tau kan, namanya solat berjamaah itu pahalanya lebih besar dari solat sendiri."
rekan : "iya sih. siapa yg jadi imam?"
bugil : "ya lu dong. kan lu lebih tua,"
rekan : "iya deh."
entah apa perasaan yang berkecamuk di si rekan, tapi yang pasti, menjadi imam adalah keistimewaan dan kehati-hatian tersendiri bagi seseorang.
si rekan pun bersiap dan mengangkat tangannya dan berseru vokal, "Allaaahu akbar," ucapnya syahdu.
akan tetapi Bugil yang berdiri agak di belakangnya, bukannya patuh mengikuti gerakan imam malah ngeloyor tengil sambil bilang, "orang gw udah solat tadi,"
entah apa perasaan si rekan saat itu. gwpun ga bisa menebak dengan pasti.
cerita dzuhur
sigh.
entah kenapa, gw ketakutan menghitung waktu. rasanya banyak banget waktu yang terbuang percuma beberapa bulan terakhir dan gw masih berjalan di titik ternyaman yang gw rasain.
gw menjadi freelancer seperti apa yang gw inginkan. ga usah ke kantor tapi ada uang gaji dan fee berbagai proyek. tapi gw agak lupa dengan rasa cape yang memuncak, nikmatnya tidur setelah lelah deadline, rela makan apa aja karena terlalu banyak bekerja. sekarang, gw terlalu sering memikirkan senang-senang. setelah deadline beres tidak bisa kalo tidak senang-senang. selalu deadline karena di deadline-kan,dll. gw sebenarnya frustasi.
dan gw gelisah. ternyata mendapatkan impian tidak menjadi kita bisa tersenyum senang terus menerus. entah terlalu cepat atau terlalu lama dgn rasa nyaman gw, tapi membuat gw kehilangan mimpi selanjutnya.
gw takut dengan tanggal ulang tahun gw yang akan datang. angka 24 dengan porto hidup buat dunia dan akhirat gw yang kurang memadai. gw merasa, sekali lagi, frustasi. hidup gw terasa pendek.
katakan ini hanya fase gejolak muda yang hilang arah.
cerita di sore hari
akhir-akhir ini badan gw selalu mengejutkan orang-orang yang minimal 1 bulan tidak pernah melihat gw, dengan cacian "LU KURUSAN SIH!!". di hari biasa gw menerima kata-kata itu sekitar 20x, beda lagi kalo lebaran, musim hujan dan musim duren. menyebalkan dan bikin tersinggung.
tapi gimana lagi..gw memelihara botol aqua di perut yang isinya cacing kremi.
suatu sore di kelas, gw duduk sebelahan dengan seseorang yang tampak asing. she looks so over confidence dan mantap menghadapi perkuliahan. karena kita ditakdirkan satu kelompok, gw pun kenalan sama dia.
blm apa2, dia udah komentar, "iiiih...say, tangan lu kecil banget deh..."
gw nyengir sambil jawab asal, "iya, dari dulu pengen gemuk ga bisa2,"
dia lalu nyerocos dengan gaya wanita metropolis masa kini, "lu minum jamu deh say..dulu aku di kasih jamu itu sama mba ku.."
gw langsung senyum apa adanya.
gw yang emang berambisi pengen gemuk biasanya langsung tanya2 seputar tips pergemukan, tapi tidak kali ini begitu melihat sosok metropolis itu seperti baru abis dipompa.
pelajaran sore ini: kalo pengen gemuk,jangan minum jamu.
another cool!
"aku mau bicara.."
suatu hari gw berencana pergi makan bareng aditya. dari tempat yang sama kita naik motor menuju tempat makan. di perjalanan, tiba-tiba dia ngomong dengan mimik serius terlihat dari kaca spion, "nanti ada yang perlu saya bicarain ya, sama kamu." gitu dia bilang. gw langsung deg degan. ga biasanya aja dia ngomong gitu, biasanya kalo ada apa-apa yang penting dia pasti langsung ngomong, entah lagi di jalan, di bioskop atau di wc umum. kalo sampe perlu tempat yang tepat buat ngomong, berarti ini penting banget. gw langsung pening.
"ko diem?" dia tanya.
"ga..pengen ee. ya ga lah..deg degan nih kamu mau ngomong apa,"
perjalanan serasa sangaat melambat. padahal biasanya kita ngesot ke tempat itu.
akhirnya setelah sampai dan pesan segala rupa hingga kita bisa duduk tenang, gw langsung nagih,
"apa,mau ngomong apa?" kata gw dengan perasaan antara penasaran dan takut.
dia celingukan seolah takut didengar orang lain. lalu dia mengisyaratkan gw buat mendekatkan telinga gw ke mulutnya, gw nurut, sambil masih takut-takut.
lalu sambil menutup sebelah kanan mulutnya, dia berbisik jelas di telinga gw,
" sebenernya...saya adalah...ranger biru,"
SOMPREEEETTT DIKERJAIN GW!







