gw mendengar seseorang menceritakan temannya dan ga bisa buat ga gw tulisin disini.
ceritanya, katakanlah temannya teman gw itu bernama Bugil. dia seorang laki-laki ganteng bertipe cenderung homo (preposisi ini sumpah, ga ada sangkut pautnya sama sekali dengan kesinambungan cerita dibawah) jahilnya ga ketulungan. puncaknya, saat jam istirahat kantor, Bugil mengajak rekan kantornya untuk solat dhuhur berjamaah.
bugil : "bos, solat bareng yuk?"
rekan : "yakin lo?"
bugil : "yakinlah. lu tau kan, namanya solat berjamaah itu pahalanya lebih besar dari solat sendiri."
rekan : "iya sih. siapa yg jadi imam?"
bugil : "ya lu dong. kan lu lebih tua,"
rekan : "iya deh."
entah apa perasaan yang berkecamuk di si rekan, tapi yang pasti, menjadi imam adalah keistimewaan dan kehati-hatian tersendiri bagi seseorang.
si rekan pun bersiap dan mengangkat tangannya dan berseru vokal, "Allaaahu akbar," ucapnya syahdu.
akan tetapi Bugil yang berdiri agak di belakangnya, bukannya patuh mengikuti gerakan imam malah ngeloyor tengil sambil bilang, "orang gw udah solat tadi,"
entah apa perasaan si rekan saat itu. gwpun ga bisa menebak dengan pasti.
Saturday, November 07, 2009
Sunday, November 01, 2009
sigh.
entah kenapa, gw ketakutan menghitung waktu. rasanya banyak banget waktu yang terbuang percuma beberapa bulan terakhir dan gw masih berjalan di titik ternyaman yang gw rasain.
gw menjadi freelancer seperti apa yang gw inginkan. ga usah ke kantor tapi ada uang gaji dan fee berbagai proyek. tapi gw agak lupa dengan rasa cape yang memuncak, nikmatnya tidur setelah lelah deadline, rela makan apa aja karena terlalu banyak bekerja. sekarang, gw terlalu sering memikirkan senang-senang. setelah deadline beres tidak bisa kalo tidak senang-senang. selalu deadline karena di deadline-kan,dll. gw sebenarnya frustasi.
dan gw gelisah. ternyata mendapatkan impian tidak menjadi kita bisa tersenyum senang terus menerus. entah terlalu cepat atau terlalu lama dgn rasa nyaman gw, tapi membuat gw kehilangan mimpi selanjutnya.
gw takut dengan tanggal ulang tahun gw yang akan datang. angka 24 dengan porto hidup buat dunia dan akhirat gw yang kurang memadai. gw merasa, sekali lagi, frustasi. hidup gw terasa pendek.
katakan ini hanya fase gejolak muda yang hilang arah.
gw menjadi freelancer seperti apa yang gw inginkan. ga usah ke kantor tapi ada uang gaji dan fee berbagai proyek. tapi gw agak lupa dengan rasa cape yang memuncak, nikmatnya tidur setelah lelah deadline, rela makan apa aja karena terlalu banyak bekerja. sekarang, gw terlalu sering memikirkan senang-senang. setelah deadline beres tidak bisa kalo tidak senang-senang. selalu deadline karena di deadline-kan,dll. gw sebenarnya frustasi.
dan gw gelisah. ternyata mendapatkan impian tidak menjadi kita bisa tersenyum senang terus menerus. entah terlalu cepat atau terlalu lama dgn rasa nyaman gw, tapi membuat gw kehilangan mimpi selanjutnya.
gw takut dengan tanggal ulang tahun gw yang akan datang. angka 24 dengan porto hidup buat dunia dan akhirat gw yang kurang memadai. gw merasa, sekali lagi, frustasi. hidup gw terasa pendek.
katakan ini hanya fase gejolak muda yang hilang arah.
Subscribe to:
Posts (Atom)